
Fakultas Teknik Universitas Dayanu Ikhsanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi mahasiswa melalui pelaksanaan rapat penetapan Pelaksana Jabatan (PJ) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025 yang digelar pada 11 Juni 2025. Agenda penting ini berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Teknik dan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Bapak Sarman, S.T., M.T., yang secara langsung memimpin jalannya forum sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan organisasi mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pergantian kepemimpinan tidak boleh hanya menjadi formalitas tahunan, melainkan harus menjadi momentum strategis untuk mendorong terciptanya regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang matang, visioner, dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Beliau juga menyoroti pentingnya nilai integritas, kolaborasi, serta tanggung jawab sosial dalam setiap keputusan yang diambil oleh para pemimpin organisasi kemahasiswaan, termasuk BEM yang memegang peran sentral sebagai representasi mahasiswa di tingkat fakultas. Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran ketua himpunan mahasiswa dari masing-masing program studi, pengurus BEM demisioner, serta para perwakilan mahasiswa dari berbagai angkatan yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap proses transisi kepemimpinan ini.
Agenda rapat berlangsung dalam suasana demokratis dan produktif, dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat. Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika dan Ketua Himpunan Teknik Pertambangan menyampaikan pandangan kritis mereka terkait kriteria ideal bagi PJ BEM yang baru, yakni harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, komunikasi lintas organisasi yang aktif, serta sikap inklusif dan terbuka terhadap keberagaman gagasan mahasiswa. Tak hanya itu, rapat ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap kinerja BEM selama satu periode ke belakang. Rapat kemudian berlanjut dengan forum diskusi terbuka, di mana seluruh peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan nama calon PJ BEM berdasarkan penilaian objektif terhadap kapasitas, pengalaman organisasi, serta kesediaan untuk menjalankan amanah. Proses penjaringan nama berlangsung secara tertib dan partisipatif, mencerminkan kedewasaan organisasi mahasiswa Fakultas Teknik dalam menjalankan praktik demokrasi kampus yang sehat. Setiap nama yang diajukan dibahas secara rinci, termasuk rekam jejaknya dalam organisasi, keterlibatannya dalam kegiatan kemahasiswaan, serta komitmennya terhadap nilai-nilai dasar kepemimpinan.
Ketua panitia pelaksana rapat menyampaikan bahwa kegiatan ini telah disiapkan jauh hari dengan koordinasi intensif bersama pihak dekanat dan seluruh organisasi mahasiswa terkait. Mulai dari susunan agenda, daftar hadir, hingga teknis pengambilan keputusan, semuanya disusun secara profesional untuk memastikan keberlangsungan forum berjalan optimal. Dalam prosesnya, forum berhasil menyepakati satu nama calon PJ yang dianggap paling layak berdasarkan hasil musyawarah kolektif. Meskipun belum diumumkan secara resmi dalam forum tersebut, keputusan ini menjadi penanda awal lahirnya babak baru dalam struktur kepemimpinan BEM Fakultas Teknik UNIDAYAN. Seluruh peserta menyambut baik hasil forum, dengan harapan besar agar PJ terpilih mampu meneruskan semangat perjuangan, loyalitas terhadap organisasi, serta komitmen memperjuangkan aspirasi mahasiswa teknik secara adil dan terbuka. Tidak hanya sebagai pelaksana tugas administratif, PJ BEM diharapkan mampu menjadi motor penggerak sinergi antarlembaga, penyambung suara mahasiswa kepada birokrasi, serta pelopor perubahan positif dalam kehidupan kemahasiswaan.
Wakil Dekan III dalam sesi penutupnya kembali mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya tempat berkegiatan, melainkan ruang pembelajaran karakter dan jiwa kepemimpinan. Ia menegaskan pentingnya keberanian mengambil keputusan, kemampuan mengelola konflik, serta kepekaan sosial terhadap isu-isu kemahasiswaan dan masyarakat luas. Menurutnya, pemimpin yang baik bukanlah mereka yang hanya populer, tetapi yang mampu membawa dampak nyata, menginspirasi anggotanya, dan bertanggung jawab penuh terhadap mandat yang diemban. Beliau juga mengapresiasi dedikasi panitia dan seluruh elemen mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan rapat ini, serta menyampaikan bahwa pihak fakultas akan terus mendampingi proses transisi ini hingga struktur baru BEM terbentuk secara utuh. Rapat ini tidak hanya mencerminkan kedisiplinan organisasi mahasiswa, tetapi juga menunjukkan bahwa Fakultas Teknik UNIDAYAN memiliki sistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan. Momentum ini diharapkan mampu memicu semangat baru di kalangan mahasiswa teknik untuk terlibat aktif, berpikir kritis, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan fakultas ke depan.
Dengan berakhirnya rapat ini, langkah awal menuju periode kepemimpinan BEM Fakultas Teknik 2025 pun resmi dimulai. Kepemimpinan baru diharapkan membawa angin segar, inovasi dalam program kerja, serta pendekatan yang lebih kolaboratif dalam menjalin komunikasi dengan sesama organisasi dan pihak fakultas. Agenda-agenda kemahasiswaan ke depan menuntut sinergi yang kuat antara BEM dan seluruh elemen kampus. Oleh karena itu, penetapan PJ ini menjadi titik tolak penting bagi BEM untuk memulai fase konsolidasi internal, restrukturisasi, dan perencanaan program kerja prioritas yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa teknik masa kini. Fakultas Teknik, melalui dukungan penuh dari dekanat dan program studi, terus mendorong agar organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang pengembangan potensi dan karakter, bukan sekadar tempat beraktivitas rutin. Penetapan PJ ini diharapkan dapat membangun semangat baru, membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, serta menghidupkan kembali semangat advokasi dan pengabdian mahasiswa terhadap isu-isu sosial yang lebih luas.


